Madrasah Diniyyah At-Tahzibiyyah sebagai Gerbang Awal Bagi Para Santri dalam Mengenal Ilmu Agama
Lembaga dengan nama Madrasah Diniyyah At-Tahzibiyyah itu rutin melakukan kegiatan pengajian dengan sistem kelas yang diterapkan. Dengan tiga jenjang kelas yang memiliki materi berbeda, lembaga ini lebih memilih santrinya yang sudah mumpuni menjadi tenaga pengajar. “Internal mas dari santri yang ada di luhur ini” ucap Mustofa.
![]() |
| Dokumentasi Pribadi - Salah satu ustadz tengah mengajar |
Masing-masing jenjang memiliki materi yang berbeda beda. Kelas C merupakan kelas dasar yang dikhususkan untuk santri baru, kelas B dengan materi yang lebih mendalam lagi, dan kelas A merupakan kelas paling atas. Lebih lanjut, lembaga ini mengajarkan materi yang disampaikan seputar keagamaan Islam yang identik dengan pondok pesantren. “Ada nahwu, ada shorof, ada fikih, ada tauhid, ada imla’” ujar Mustofa selaku pengajar di lembaga itu.
![]() |
| Dokumentasi Pribadi - Para santri tengah mengaji |
Lembaga ini didirikan untuk memfasilitasi para santri yang tidak memiliki basic keilmuan agama. Para santri yang sebelumnya tidak pernah menempuh pendidikan di pesantren akan diberikan pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman yang mereka miliki. Tak ayal para santri yang tergolong pemula dalam hal keilmuan agama sangat terbantu dengan adanya kegiatan yang diadakan oleh lembaga ini. “Menurut saya madin ini adalah program yang sangat saya senangi dan tekuni, krena saya dapat belajar mulai dari nol” ucap Umam.
Menurut mahasiswa Universitas Brawijaya yang sebelumnya tidak pernah mondok itu, program madrasah diniyyah sangat menarik sebab mengajar keilmuan basic keagamaan ala pesantren. Salah satunya yaitu ilmu baca kitab kuning. Selain itu madrasah diniyyah juga menjadi wadah untuk berdiskusi dan bertanya mengenai permasalahan-permasalahan ibadah. “Madin saya juga bisa bertanya kepada ustadz-ustadz disana mengenai ibadah, yang bagi saya minim pengetahuan akan hal tersebut dan juga memaknai kitab” ujar Umam.
![]() |
| Dokumentasi Pribadi - Seorang santri tengah hafalan |
Tidak bisa dipungkiri memang Islam hendaknya dapat masuk keseluruhan aspek kehidupan. Selain menjadi spesialis sesuai jurusan masing-masing, seseorang yang memiliki pemahaman yang baik akan menjadi poin plus yang terdapat dalam dirinya. Hal tersebut selaras dengan cita-cita Madrasah diniyyah At-Tahzibiyyah. Harapannya dengan adanya program madrasah diniyyah yang diperuntukkan bagi mahasiswa itu dapat menjadi wadah bagi mereka dalam menimba dan mengintegrasikan ilmu agama dengan keilmuan sesuai jurusan masing-masing.



Komentar
Posting Komentar